Pengertian dan Teknik Olahraga Lompat Tinggi

Lompat tinggi merupakan olahraga yang akan menguji ketrampilan kita dalam melewati tiang mistar. Lompat tinggi termasuk kedalam cabang atletik seperti halnya dengan lompat jauh.

Tujuan dari olahraga ini adalah untuk memperoleh lompatan yang tertinggi dengan cara melewati mistar yang sudah di atur ketinggiannya. Tinggi dari tiang mistar para atlet minimal 2,5 meter, sedangkan untuk panjang mistarnya minimal 3,15 meter.

Lompat tinggi ini di lakukan tanpa bantuan alat sama sekali. Dalam permainan lompat tinggi, mistar akan dinaikkan setelah peserta berhasil melewati ketinggian mistar sebelumnya. Peserta melompat dengan sebuah kaki, kaki yang paling kuat digunakan untuk tolakan.

Suatu lompatan di anggap gagal apabila peserta melewati batas lompatan, maka akan terkena diskualifikasi. Jika tidak melompat sudah pasti dikatakan gagal.

Dan apabila peserta gagal hingga 3 kali berturut-turut maka dia akan di keluarkan dalam pertandingan dan tidak ada percobaan atau permainan lagi.

Para peserta harus bisa melakukan lompatan setinggi mungkin agar menjadi pemenang.

Sejarah Lompat Tinggi

pengertian dan teknik lompat jauh

wikimedia.org

Kompetisi lompat tinggi di mulai pada abad ke-19 di Skotlandia. Pada saat itu para peserta lompat tinggi menggunakan teknik gunting, jadi tidak boleh sembarang dalam melompat, ada banyak teknik atau gaya yang bisa digunakan.

Pada abad ke-19 peserta lompat tinggi harus menggunakan gaya gunting dan jatuh ke tanah dengan cara membelakang. Gaya lompat jauh ternyata mengakibatkan peserta cedera, jadi untuk meminimalisir cedera menggunakan matras sebagai alat untuk mendarat.

Berikut ini adalah 4 jenis gaya lompat tinggi yang biasa di gunakan oleh Atlit lompat tinggi:

1. Gaya Gunting (Scissors)

teknik lompat tinggi

YouTube

Gaya Gunting ini di temukan oleh Sweney, gaya gunting sering disebut juga dengan Gaya Sweney. Sebelumnya di tahun 1880, Mr. Swenwy ini menggunakan gaya jongkok, namun ia merasa gaya tersebut kurang tepat hingga akhirnya beliau mengubah gaya tersebut menjadi Gaya gunting.

Selanjutnya pada tahun 1895 Sweney menciptakan gaya lompat tinggi lainnya yaitu “gaya gunting samping”.

2. Gaya Guling Sisi (Western Roll)

teknik lompat tinggi

LoveMyTool

Gaya ini di ciptakan oleh G. Horin yang berasal dari amerika pada tahun 1912, namun sangat di sayangkan karena gaya ini tidak dapat berkembang, karena ada benturan peraturan yang berlaku.

Lompat tinggi menggunakan Gaya guling sisi, saat kita melewati mistar, posisi kepala kita cenderung lebih rendah dari pinggul kita, sehingga hal ini tidak sah. Karena itu gaya ini tidak pernah digunakan dalam lompat tinggi.

3. Gaya Guling (Straddle)

teknik lompat jauh gaya guling

world record for bass fishing

Gaya guling (straddle) merupakan gaya dimana badan kita melewati tiang dengan cara diputar dan dibalikkan lagi. sehingga sikap badan kita saat di atas mistar tertelungkup.

Cara untuk melakukan gaya guling adalah, pelompat tinggi harus mengambil awalan terlebih dahulu dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah. Tumpuan terletak pada kaki yang paling kuat, kemudian ayunkan kedepan.

Setelah kaki diayunkan, untuk  bisa melewati mistar kemudian dengan cepat badan kita balikkan, sehingga sikap badan kita diatas mistar telungkup. Pantat kita usahakan lebih tinggi dari kepala kita, jadi kepala agak menunduk.

Pada waktu mendarat gunakanlah kaki kanan dan tangan kanan jika tumpuan menggunakan kaki kiri, begitupula sebaliknya.

4. Gaya Fosbury Flop

teknik lompat tinggi fosbury

James Clear

Gaya ini diciptakan oleh Dick Ricarod Fosbury. Beliau adalah seorang pelompat tinggi yang berasal dari Amerika Serikat. Dalam olimpiade Mexico yang diadakan pada tahun 1968. Mr Fosbury menggunakan gaya tersebut dan berhasil menjadi juara pertama lompat tinggi.

Mulai saat itu para ahli atletik banyak yang meneliti gerakan yang unik tersebut. Keunikan dari gerakan Fosbury yaitu tubuh berada di atas mistar dengan posisi terlentang dan jatuh menggunakan punggung masih dalam kondisi terlentang.

Leave a Reply