Subhanallah!! Malaikat Harus Meneteskan Air Mata Ketika Hendak Mencabut Nyawa Wanita ini

Malaikat Izrail merupakan malaikat yang ditugaskan untuk mencabut nyawa manusia. Malaikat Izrail tidak mengerjakan sesuatunya melainkan atas perintah Allah Subhanahu Wata’ala.

Pernah suatu hari ketika Allah Subhanahu Wata’ala menugaskan Malaikat Izrail untuk mengambil nyawa seorang wanita. Kisahnya mengharukan tersebut tertulis dalam “Tadzkirah” Imam Qurthubi.

“Malaikat Izrail berkata: Saya pernah menangis ketika mencabut nyawa seseorang wanita, Pada Saat itu, beliau baru saja melahirkan seorang anak di padang pasir. Saya menangis ketika akan mencabut nyawanya disebabkan saya mendengar bayi itu menangis sedangkan tak ada seseorangpun yang berada disana”.

kisah anak kembar

pixabay.com

Di dalam riwayat lainnya juga menceritakan hal sama dengan kisah yang berbeda.

“Saya pernah ditugaskan Allah Subhanahu Wata’ala mengambil nyawa wanita yang tenggelam di sungai. Sedangkan wanita itu mempunyai dua orang anak yang masih balita. Kedua anak tersebut tidak ikut tenggelam, bahkan Malaikat Izrail ikut menolong anak tersebut”.

Seiring berjalannya waktu, dua anak tersebut tumbuh menjadi anak yang dewasa. Dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala, kedua anak tersebut sama-sama menjadi pemimpin di wilayah yang berbeda.

Hal seperti yang dialami memang terlalu berat bagi Malaikat Izrail, akan tetapi bagaimana pun juga tugas adalah tugas, apalagi yang memberikan tugas adalah Allah Subhanahu Wata’ala pemilik alam semesta.

Maka dari itu, sebagai umat beragama khususnya Muslim, kita tidak akan pernah tahu kapan malaikat Izrail mengambil nyawa yang ada di dalam tubuh setiap manusia. Pahamilah bahwasannya, Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan mempercepat dan  dan menunda kematian. Karena Allah Subhanahu Wata’ala sudah menetapkan waktunya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam surat Al A’raf ayat 34 yang berbunyi:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat memiliki batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya”. (QS. Al A’raf: 34)

Kemudian Allah Ta’ala juga berfirman dalam surat Yunus ayat 49 yang berbunyi:

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah, “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak pula kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya. (QS. Yunus: 49)

Seperti itulah perkara yang dihadapi seorang Malaikat Izrail mengenai tugas yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala. Apapun dan bagaimana pun itu, kematian akan tetap datang, karena itu adalah perintah yang datang dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Malaikat Izrail akan selalu taat atas perintah Allah Subhanahu Wata’ala. Tidak satupun Malaikat yang melanggar apa yang sudah Allah Ta’ala perintahkan. Kecuali Iblis.

Maka dari itu, marilah kita sama-sama meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Tidak seorangpun yang dapat mengetahui kapan Ajal itu datang.

Ketika kita sudah siap dengan amalan-amalan yang kita punya, maka Allah Subhanahu Wata’ala juga sudah mempersiapkan tempat yang sudah Allah janjikan yaitu Surga.

Dalam surat lain Allah Subhanahu Wata’ala mengatakan tentang kematian dalam surat Al Munafiqun ayat 11 yang berbunyi:

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan”.(QS. Al Munafiqun: 11)

Saya selaku penulis mengigatkan bahwa marilah kita sama-sama meningkatkan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Karena tidak ada yang patut disembah selain Allah Subhanahu Wata’ala.

Mari kita renungi dosa-dosa yang pernah kita kerjakan selama ini. Sudah siapkah kita menghadapi kematian? Kemudian kita akan masuk ke alam yang sesungguhnya yaitu alam akhirat.

Kita umat manusia akan dimintai pertanggungjawaban di alam akhirat yang disebut dengan Yaumul Hisab.

Semoga artikel singkat ini dapat menambah keimanan kita. Akhirul kalam, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Temukan informasi dan inspirasi yang belum anda ketahui.

Leave a Reply