Terungkap! Motiv Pelaku Pembunuhan Sadis Pulomas Jakarta Timur

Aksi perampokan yang disertai pembunuhan sadis di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A Jakarta akhirnya terungkap. Setelah beberapa hari lalu kapten yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Ius Pane ditangkap pada hari minggu pada pukul 09.45 WIB saat hendak turun dari bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Medan.

Hasil pengembangan kasus perampokan yang disertai pembunuhan sadis yang menyebabkan enam dari sebelas korban tersebut akhirnya terungkap.

terungkap motiv dan tujuan aksi pembunuhan pulomas

merdeka.com

Aksi yang berdurasi 16 menit tersebut, tersangka Ius Pane dengan tiga tersangka lainnya terlihat sedang mengambil uang dan barang milik Dodi. Dalam video CCTV juga terlihat saat Ius Pane memukul anak pertama Dodi yaitu Diona Arina Andra Putri. Diona dipukul karena menolak tawaran Ius Pane saat hendak dibawa ke kamar mandi.

Kini ada tiga tersangka yang masih dalam penanganan polda Metro Jaya diantaranya Ius Pane, Erwin Situmorang dan Alfin Bernius Sinaga. Sedangkan satu dari empat tersangka tewas ditembak polisi saat hendak ditangkap.

Baca : Alat yang Ditakuti Tersangka di Kantor Polisi

Ketiga para pelaku akhirnya mengungkap aksi sadis yang mereka lakukan. Erwin mengaku bahwa ia tidak berniat menghilangkan nyawa orang saat melakukan aksi perampokan. Sehingga ia baru tahu kalau korban dinyatakan tewas.

Erwin memang sudah sering melakukan aksi perampokan namun dalam aksinya tidak pernah ada korban.
Erwin yang mengetahui hal tersebut mengajukan permintaan maaf sekaligus meminta bahwa ia rela ditembak mati.

Bahkan Ius Pane pun juga menyebutkan bahwa ia baru mengetahui adanya korban tewas setelah menyaksikan siaran televisi.

pengakuan aksi pembunuhan pulomas

merdeka.com

Peristiwa itu terrus menghantui Ius Pane, inilah yang memutuskan ia untuk lari dan memutuskan untuk bersembunyi di Medan, rumah orang tuanya. Sambil berkata “saya tobat mas”.

Baca : Ramuan Serba Guna yang DIbutuhkan Masyarakat Saat ini

Pembelaan dari tersangka Djarot Widodo menyebutkan bahwa, kliennya ingin bertemu pak DOdi. Mereka mau meminta maaf kepada keluarga. Disamping itu Ius Pane juga ingin menyampaikan bahwa ia tidak bermaksud membunuh. Mereka cuma ingin merampok.

Djarot Widodo juga menuturkan bahwa kliennya menyesali perbuatannya yang menimbulkan korban jiwa terhadap enam dari sebelas korban yang disekap dikamar mandi milik Dodi.

“Mereka tak bermaksud membunuh, mereka melakukan perampokan secara acak, kebetulan tidak dikunci dan para korban dirumahnya”

Dari pesan terakhir yang diucapkan Ius Pane, kita bisa menyimpulkan, ada baiknya mengunci rumah dengan sebaik-baiknya.

One Response

  1. Rumah Adat January 9, 2017

Leave a Reply