Contoh Sikap Positif Sesuai dengan Nilai-nilai Kebangsaan dalam UUD 1945

Berikut ini contoh sikap positif berkaitan dengan nilai nilai kebangsaan dalam Undang Undang Dasar 1945. Sebagai konstitusi Republik Indonesia, UUD 1945 berisi nilai nilai semangat yang harus diimplementasikan oleh seluruh masyarakat. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan dan pengesahan UUD RI 1945 merupakan sebuah konsensus bangsa Indonesia.

Adapun konsensusnya yakni kehidupan berbangsa dan bernegara dilandasi oleh Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara, seluruh masyarakat perlu mengangkat kembali nilai nilai semangat juang. Khususnya berdasar nilai nilai yang terkandung dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dikutip dari Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP/MTs (2017) oleh Lukman Surya dkk, berikut contoh sikap positif berkaitan dengan nilai nilai kebangsaan dalam UUD 1945. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hormat dan menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut penganut kepercayaan yang berbeda beda sehingga terbina kerukunan hidup.

Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing masing. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tidak semena mena terhadap orang lain.

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan.

Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat dunia internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormatmenghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. Perlindungan terhadap masyarakat dalam beraktivitas me nuju kemakmuran. Sarana dan prasarana yang mampu mendorong masyarakat untuk kreatif dan produktif.

Terciptanya undang undang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang proporsional, tidak memaksakan kehendak, saling toleransi, tolong menolong, rukun, damai, menghormati, perbedaan agama dan kepercayaan, persahabatan, serta membela dan melindungi yang lemah. Keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani.

Kedaulatan berada di tangan rakyat, berarti setiap warga negara memiliki kebebasan yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan Indonesia. Pilar utama dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam masyarakat, adalah sebagai berikut. Rasa cinta tanah air.

Jiwa patriot bangsa. Tercapainya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemahaman yang benar atas realitas adanya perbedaan dalam keberagaman.

Tumbuhnya kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Setiap warga negara memiliki hak, kewajiban, dan kedudukan yang sama di depan hukum. Masyarakat menilai bahwa upaya penegakkan HAM yang paling menonjol adalah penegakan hak mengeluarkan pendapat, kebebasan beragama, perlindungan dan kepastian hukum, serta bebas dari perlakuan tidak manusiawi.

Hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta aman dari ancaman ketakutan. Setiap warga negara tanpa pandang bulu wajib menaati setiap hukum dan peraturan yang berlaku. Begitupun terhadap lembaga lembaga penegak hukum, agar lebih independen, tidak terkontaminasi dengan kekuasaan/politik praktis agar adanya persamaan di depan hukum (equality before the law) dapat terwujud.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.